Generasi Muda Medan Didorong Menjadi Duta Internet Sehat untuk Melawan Kejahatan Digital

Pada tanggal 13 Juni 2026, sebuah acara bertajuk Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital diselenggarakan di Medan. Dalam kesempatan tersebut, Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Informatika, menekankan bahwa menjaga ruang digital bukanlah tugas pemerintah semata. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar aktivitas di dunia maya terjadi dalam ruang privat masyarakat dan memerlukan keterlibatan aktif dari publik, terutama generasi muda. Meutya menekankan pentingnya peran aktif komunitas muda sebagai duta internet sehat untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, beretika, dan bebas dari hoaks, ujaran kebencian, serta kejahatan siber.
Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Dunia Digital
Dalam penyampaian pesannya, Meutya meminta generasi muda untuk berperan sebagai duta dalam menciptakan internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ia menekankan bahwa teknologi digital memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari memperluas akses informasi hingga meningkatkan pendidikan, ekonomi, dan jejaring sosial. Namun, ia juga mengingatkan bahwa manfaat ini bisa berubah menjadi risiko jika internet tidak digunakan secara bijak.
Ruang digital saat ini semakin dipenuhi dengan konten negatif, seperti hujatan, kebencian, dan informasi yang tidak benar. Menurut Meutya, algoritma platform digital sering kali mendorong konten-konten kontroversial, yang lebih menarik perhatian pengguna, sehingga memperburuk situasi. Ia mengibaratkan internet sebagai pisau bermata dua, memiliki banyak manfaat, tetapi juga dampak buruk jika tidak digunakan dengan bijak.
Ketergantungan Media Sosial dan Dampaknya
Meutya juga mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap media sosial dapat mengurangi minat generasi muda untuk berinteraksi secara langsung dan berorganisasi. Keterlibatan dalam komunitas dan organisasi adalah langkah penting untuk membangun kepedulian sosial, daya kritis, dan tanggung jawab bersama. Ia mengajak generasi muda untuk lebih aktif dan terlibat dalam kegiatan sosial yang positif.
Literasi Digital dan Verifikasi Informasi
Saat acara tersebut, Meutya mengomentari gangguan layanan Instagram yang terjadi di berbagai negara. Ia menjelaskan bahwa saat gangguan tersebut terjadi, banyak narasi menyesatkan yang muncul, mengaitkan masalah teknis tersebut dengan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Instagram tidak ditutup, melainkan gangguan tersebut dirasakan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital, di mana masyarakat diajak untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Meutya menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi, agar tidak terpengaruh oleh hoaks atau narasi provokatif yang dapat menyesatkan publik.
Pencegahan Kejahatan Digital dan Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol. Tatar Nugroho, yang diwakili oleh Kombes Pol. M. Fadris Sangun Ratu Lana, juga menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital kini dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika. Ia menjelaskan bahwa transaksi narkoba tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka. Sebaliknya, pelaku kini menggunakan media sosial dan aplikasi digital untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum.
- Generasi muda menjadi sasaran utama para bandar narkoba.
- Transaksi narkoba dapat dilakukan secara daring.
- Media sosial digunakan untuk memperluas jaringan peredaran narkoba.
- Aparat penegak hukum harus lebih waspada terhadap aktivitas ini.
- Kesadaran masyarakat diperlukan untuk melawan peredaran narkoba.
BNN juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip “Tiga Berani”, yang meliputi berani menolak ajakan menggunakan narkoba, berani melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba, serta berani menjalani rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Perubahan Pola Kejahatan Digital
Dalam diskusi tersebut, AKBP Anggi A.P. Siahaan dari Subdit Ditressiber Polda Sumut menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah pola kejahatan menjadi semakin kompleks. Ia mengemukakan bahwa setiap kemajuan peradaban sering kali disertai dengan munculnya bentuk-bentuk kejahatan baru yang perlu diantisipasi. “Kejahatan adalah bayang-bayang peradaban,” ujarnya, menekankan bahwa semakin maju suatu peradaban, semakin kompleks pula kejahatan yang menyertainya.
Pentingnya Kesadaran dan Etika Digital
Miss Supranational Global Asia 2026, Nisa Ridania Harahap, turut membagikan pengalaman dan tips praktis mengenai pentingnya menjaga keamanan akun digital dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mendorong generasi muda untuk lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi, memperkuat keamanan akun, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui acara ini, pemerintah, penegak hukum, BNN, komunitas, dan figur muda berkolaborasi untuk memperkuat budaya literasi digital. Ruang digital yang sehat tidak hanya dibangun melalui regulasi dan pengawasan, tetapi juga melalui kesadaran, etika, dan partisipasi aktif setiap pengguna internet. Dengan peran serta generasi muda sebagai duta internet sehat, diharapkan lingkungan digital yang lebih baik dapat terwujud.