Antisipasi Meningkatnya Pembelian BBM, SPBU Sibolga dan Tapteng Hadapi Antrian Panjang

Di tengah kabar yang beredar tentang potensi kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, penduduk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mulai merasa cemas. Efek dari kecemasan ini terlihat jelas pada Kamis, 5 Maret 2026, ketika antrian panjang mulai terbentuk di SPBU Sibolga dan Tapteng sejak jam 03.00 pagi menjelang waktu sahur.
Antrian Panjang di SPBU Sibolga dan Tapteng
Antrian kendaraan yang cukup panjang terbentuk dari dua arah yang berbeda, dengan panjang antrian mencapai ratusan meter. Seorang penduduk lokal mengatakan bahwa ia dan keluarganya sengaja datang ke SPBU dengan kendaraan roda dua dan empat untuk mengantisipasi kekurangan BBM.
“Kami sengaja datang lebih awal untuk antri BBM. Kami tiba jam 3 pagi namun antrian sudah panjang. Kami khawatir BBM akan menjadi langka seperti saat bencana banjir beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Reaksi Pemerintah Kota Sibolga dan Tapteng
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Sibolga menjamin ketersediaan BBM di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah tetap dalam kondisi aman. Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing, menyatakan bahwa stok BBM saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan.
Pantas juga mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan pengelola Depot Pertamina Sibolga terkait kondisi pasokan BBM terkini. “Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Depot Pertamina Sibolga pagi ini. Pasokan BBM untuk wilayah Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah dipastikan dalam keadaan aman,” ujarnya.
Ketersediaan Jenis BBM
Menurut Pantas, sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan Pertamax masih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga sekitar satu bulan ke depan. Begitu pula dengan BBM jenis Biosolar dan Dexlite yang masih dalam kondisi stok aman.
Pantas juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama, kapal tanker pengangkut BBM dijadwalkan masuk ke depot untuk melakukan proses bongkar muat, sehingga distribusi energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Imbauan Untuk Masyarakat
Pantas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu kekurangan BBM yang beredar. “Kepada masyarakat Sibolga saya meminta agar tetap tenang dan tidak cepat terpengaruh. Hindari antrean panjang di SPBU karena stok BBM di kota ini sangat mencukupi,” tegasnya.
Imbauan ini juga didasarkan pada informasi dari pemerintah pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merupakan gambaran situasi secara nasional.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pengawasan dari pihak Pertamina Sibolga sendiri dinilai santai dan tanpa memantau SPBU yang saat ini dalam kepanikan antrian panjang.